ILMU TEKNIK SIPILBelajar • Berbagi • Membangun Negeri
Semua artikel Biaya & Manajemen Proyek

Cara Menghitung Besi Kolom

Cara menghitung besi kolom dilakukan dengan menjumlahkan berat tulangan utama (panjang total dikali berat nominal per meter) dan berat sengkang (jumlah sengkang…

RAB & AHSP · Struktur Beton Bertulang · Kalkulator interaktif · ⏱ 6 menit baca · Tingkat: Menengah

Mengapa Menghitung Kebutuhan Besi Kolom Perlu Presisi

Kolom adalah elemen struktur vertikal yang jumlahnya biasanya banyak dan berulang dalam satu bangunan, sehingga selisih kecil pada perhitungan berat besi per kolom bisa terakumulasi menjadi selisih besar pada total kebutuhan besi proyek. Perhitungan yang terlalu longgar membuat pembelian besi berlebih dan modal kerja tertahan di material, sementara perhitungan yang terlalu ketat berisiko kekurangan besi di tengah pelaksanaan dan menghambat jadwal pengecoran.

Kebutuhan besi kolom terdiri dari dua bagian dengan pola hitung berbeda: tulangan utama (memanjang searah tinggi kolom) dan sengkang atau begel (melintang, mengikat tulangan utama dan menahan gaya geser). Keduanya perlu dihitung terpisah sebelum dijumlahkan menjadi total kebutuhan besi per kolom.

Rumus Menghitung Berat Tulangan Utama dan Sengkang Kolom

Berat tulangan utama dihitung dengan rumus: Berat utama = Panjang total tulangan utama × berat nominal per meter. Panjang total tulangan utama secara sederhana adalah tinggi kolom dikalikan jumlah batang tulangan utama (Panjang total = tinggi × jumlah tulangan), dengan catatan bahwa pada kolom bertingkat biasanya perlu ditambah panjang penyaluran/lewatan (overlap) di sambungan antar lantai — perhitungan pada contoh di bawah disederhanakan tanpa overlap untuk satu segmen kolom setinggi 3,5 m.

Berat nominal tulangan per meter mengikuti rumus fisika murni dari luas penampang dan berat jenis baja: w = (π/4) × d² × 7850/1.000.000 kg/m, dengan d dalam milimeter dan 7850 kg/m3 adalah berat jenis baja. Untuk D12, nilai ini setara sekitar 0,888 kg/m — angka yang umum dipakai industri dan mendekati acuan pada standar baja tulangan beton (SNI 2052), meski nilai pastinya bisa berbeda tipis antar pabrikan sehingga tetap perlu dicek terhadap sertifikat mill/label produk.

Berat sengkang dihitung dengan pola serupa tapi jumlah dan panjangnya berbeda: Jumlah sengkang = (tinggi kolom ÷ jarak sengkang) + 1, dibulatkan ke atas. Panjang satu sengkang mengikuti keliling penampang kolom dikurangi dua kali tebal selimut beton di tiap sisi, ditambah panjang kaki bengkokan/kait di ujungnya sesuai kaidah detailing tulangan (SNI 2847). Berat total sengkang = Jumlah sengkang × panjang satu sengkang × berat nominal per meter untuk diameter sengkang yang dipakai.

Variabel dan Definisi dalam Perhitungan Besi Kolom

Ringkasan variabel yang dipakai pada kalkulator besi kolom di atas.

Variabel dalam Perhitungan Kebutuhan Besi Kolom
VariabelSatuanKeterangan
Tinggi kolommTinggi bersih kolom yang dihitung
Jumlah tulangan utamabatangJumlah besi memanjang searah tinggi kolom
Diameter tulangan utamammMenentukan berat nominal per meter
Dimensi penampang (b × h)cm × cmLebar dan tinggi penampang kolom
Diameter sengkangmmMenentukan berat nominal sengkang per meter
Jarak sengkangcmSpasi antar sengkang di sepanjang tinggi kolom
Selimut betoncmJarak dari tepi penampang ke tulangan, memengaruhi keliling sengkang

Contoh Perhitungan Manual dan Cara Membaca Kalkulator

Kalkulator di atas menjalankan urutan rumus yang sama seperti dijelaskan sebelumnya: menghitung panjang dan berat tulangan utama, menghitung jumlah dan berat sengkang, lalu menjumlahkan keduanya menjadi total kebutuhan besi per kolom. Yang perlu diperhatikan saat membaca hasilnya adalah bahwa angka ini masih berupa kebutuhan besi bersih untuk satu kolom — untuk RAB pembelian, angka ini masih perlu dikalikan jumlah kolom sejenis dan ditambah faktor waste seperti dijelaskan pada analisa harga satuan pembesian per kg.

Bila kolom menyambung ke lantai berikutnya, tambahkan manual panjang lewatan tulangan utama (umumnya dinyatakan dalam kelipatan diameter, misalnya 40d) ke hasil kalkulator, karena kalkulator ini menghitung satu segmen kolom tanpa sambungan. Untuk kolom tumpuan struktur tahan gempa yang jarak sengkangnya diperketat di daerah ujung, hitung kebutuhan sengkang per zona secara terpisah lalu jumlahkan, karena kalkulator ini mengasumsikan jarak sengkang seragam sepanjang tinggi kolom.

Tips Praktis Mengurangi Sisa Potongan Besi Kolom di Lapangan

Panjang batang besi standar di pasaran umumnya 12 meter. Untuk tulangan utama kolom yang panjangnya jauh di bawah itu (misalnya kolom 3-4 m per lantai), satu batang bisa menghasilkan beberapa potongan tulangan sekaligus — perencanaan pemotongan yang cermat (cutting plan) bisa menekan sisa potongan lebih efektif dibanding sekadar menaikkan persentase waste secara umum.

Untuk sengkang, mempersiapkan bengkokan dalam jumlah banyak sekaligus dari satu batang panjang (multiple bending) biasanya lebih hemat dibanding memotong dan membengkokkan satu per satu, karena mengurangi sisa potongan di ujung batang. Koordinasi urutan pekerjaan ini sebaiknya didiskusikan dengan tukang besi/fabrikator di awal proyek, bukan diputuskan sepihak dari hasil hitungan di atas kertas saja.

Coba Kalkulatornya

Masukkan angka proyek Anda sendiri — hasil terhitung otomatis, mengikuti rumus yang baru saja dijelaskan di atas.

Kalkulator Kebutuhan Besi Kolom

tulangan utama + sengkang
Berat tulangan utama
–
Jumlah sengkang
–
Berat sengkang
–
Total berat
–
Estimasi biaya
–

Panjang tulangan utama belum termasuk lewatan sambungan (splice) antar lantai — tambahkan ≈40×diameter per sambungan bila kolom disambung bertahap. Panjang sengkang sudah menghitung kaitan (hook) 135° ≈20 cm.

Contoh Perhitungan

Contoh Perhitungan Besi Kolom 20×20 cm, Tinggi 3,5 m
VariabelNilaiKeterangan
Tinggi kolom3,5 m-
Jumlah tulangan utama4 batangD12
Diameter tulangan utama12 mm-
Dimensi penampang20 cm × 20 cm-
Diameter sengkang8 mm-
Jarak sengkang15 cm-
Panjang total tulangan utama14,0 m3,5 m × 4 batang
Berat tulangan utama12,44 kg14,0 m × berat nominal D12
Jumlah sengkang24 buah(3,5 m ÷ 0,15 m) + 1, dibulatkan
Panjang satu sengkang0,68 mKeliling penampang dikurangi selimut, ditambah kait
Berat sengkang6,44 kg24 × 0,68 m × berat nominal D8
Total kebutuhan besi18,88 kg12,44 kg + 6,44 kg

Hasil: Untuk kolom 20×20 cm tinggi 3,5 m dengan 4 tulangan utama D12 dan sengkang D8 setiap 15 cm, total kebutuhan besinya adalah 18,88 kg, terdiri dari 12,44 kg tulangan utama dan 6,44 kg sengkang.

Kesalahan yang Sering Terjadi

01

Lupa menambahkan panjang lewatan/penyaluran (overlap) pada sambungan tulangan kolom antar lantai, sehingga kebutuhan besi aktual di lapangan lebih besar dari hasil hitungan satu segmen.

02

Menghitung berat besi dengan berat nominal katalog tanpa toleransi produksi, padahal berat aktual di pasar bisa berbeda beberapa persen dari nilai teoretis.

03

Salah menghitung jumlah sengkang karena lupa menambahkan 1 pada rumus (tinggi ÷ jarak) + 1, sehingga jumlah sengkang di lapangan kurang satu buah di ujung.

04

Mengabaikan pengetatan jarak sengkang di daerah tumpuan sesuai kaidah detailing struktur tahan gempa, padahal kebutuhan sengkang di zona itu lebih banyak dari perhitungan jarak seragam.

05

Tidak menambahkan faktor waste saat mengonversi hasil hitungan besi bersih menjadi kebutuhan pembelian, sehingga besi yang dibeli kurang dari kebutuhan riil di lapangan.

Berat Nominal Tulangan Baja per Meter Berdasarkan Diameter (Acuan Umum Industri)

Berat Nominal Tulangan Baja per Meter Berdasarkan Diameter (Acuan Umum Industri)
Diameter (mm)Berat Nominal (kg/m)
D100,617
D120,888
D131,042
D161,578
D192,226
D222,984
D253,853
D326,313

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Bagaimana rumus menghitung berat besi tulangan kolom?
Berat tulangan utama dihitung dari panjang total (tinggi kolom dikali jumlah tulangan) dikalikan berat nominal per meter sesuai diameternya, lalu ditambah berat sengkang yang dihitung dari jumlah sengkang dikali panjang satu sengkang dikali berat nominalnya.
Berapa jumlah sengkang yang dibutuhkan untuk kolom tinggi 3,5 meter?
Jumlah sengkang dihitung dengan rumus (tinggi kolom dibagi jarak sengkang) ditambah satu. Untuk kolom tinggi 3,5 m dengan jarak sengkang 15 cm, hasilnya sekitar 24 buah sengkang.
Apakah panjang lewatan (overlap) sambungan kolom perlu ditambahkan ke perhitungan?
Ya, jika kolom menyambung ke lantai berikutnya. Kalkulator ini menghitung satu segmen kolom tanpa sambungan, sehingga panjang lewatan tulangan (umumnya kelipatan diameter) perlu ditambahkan manual ke hasil hitungan.
Apa perbedaan besi ulir dan besi polos untuk tulangan kolom?
Besi ulir (BjTS/deform) punya sirip permukaan yang meningkatkan lekatan dengan beton dan umumnya dipakai untuk tulangan utama struktur, sementara besi polos (BjTP) permukaannya rata dan lebih umum dipakai untuk sengkang atau elemen non-struktural, dengan harga per kg yang berbeda.
AS
Abia Gustiano Delaperta Sutomo
Mahasiswa Program Studi Magister Teknik Sipil (Rekayasa Transportasi) · Praktisi konsultan perencana & pengawas dan kontraktor, Kalimantan Tengah

Artikel ditulis dan ditinjau berdasarkan standar teknis yang berlaku (SNI/Permen PUPR) serta praktik pengawasan dan estimasi biaya proyek konstruksi pemerintah dan swasta.

Daftar Pustaka & Acuan
  • SNI 2847:2019 — Persyaratan Beton Struktural untuk Bangunan Gedung dan Penjelasan
  • Autocomplete Google Indonesia (hl=id, gl=id) — validasi permintaan pencarian kata kunci, ditarik September 2026.

Nomor/edisi standar mengikuti yang berlaku saat artikel disusun. Periksa edisi terbaru pada basis data resmi Badan Standardisasi Nasional (pustandnas.bsn.go.id) atau Kementerian PUPR sebelum dipakai untuk dokumen kontrak/pengajuan resmi.